Nainggolan Di Lego Ke Inter Milan Pada Musim Panas

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi CS Sbobetnesia, Karena Kami Sudah Menyediakan Bonus-bonus Yang Menarik Untuk Anda

Nainggolan Di Lego Ke Inter Milan Pada Musim PanasĀ  – AS Roma memang club yang melejitkan Radja Nainggolan. Akan tetapi, Nainggolan tidak dapat sembunyikan kekecewaannya pada Roma berkaitan transfernya ke Inter Milan.

Nainggolan dilego ke Inter Milan pada musim panas lantas, untuk menandai berakhirnya kerja sama saat lima tahun dengan Roma. Saat mengenakan seragam Giallorossi, gelandang berumur 30 tahun itu sudah membuat lebih dari 200 tampilan dengan sumbangan 33 gol serta 29 assist di semua pertandingan.

Nainggolan mengawasi Roma finish tiga besar di tiap-tiap musim Liga Italia serta sampai semi final Liga Champions pertama club pada 2017/18. Walau demikian, karir pemain berdarah Indonesia itu tidak bebas dari pro-kontra.

Dapatkan Bonus First Deposit 10% + Extra Kredit, Bonus Cashback 10% Tiap Minggunya, Bonus Ajak Teman 5% Selamanya (HOT) Hanya Dengan Minimal Deposit 25 Ribu di Sbobetnesia

Saat malam tahun baru 2018, Nainggolan mengupload satu video di sosial media saat ia tengah berpesta sekalian mabuk, merokok, serta bersumpah serapah. Roma berang hingga menghukum Nainggolan, serta dipercaya tindakan itu menggerakkan club untuk jual ia. Dari klub-klub yang minati Nainggolan, diantaranya ialah club China Guangzhou Evergrande.

Walau mengakui salah sebab laganya itu, Nainggolan tidak dapat terima perlakuan Roma mendekati kepindahannya ke Inter. Nainggolan terasa kurang dihormati.

“Pada akhirnya bukan salahku, atau sekurang-kurangnya tidak seutuhnya,” Nainggolan menjelaskan pada Gazzetta dello Sport, yang diambil Football Italia.

“Saya dikecewakan oleh beberapa perlakuan, yang menjadi seseorang manusia, saya tidak dapat menerimanya. Walau saya ikut miliki salah, tidak disangsikan kembali, seperti video saat malam Tahun Baru… Tetapi mereka (Roma) lakukan beberapa hal tiada menjelaskan apa pun kepadaku, alih-alih bicara langsung seperti pria sejati,” semprot bekas pemain tim nasional Belgia ini.

“Roma ingin menjualku. Saya memperoleh berita jika mereka telah sepakat dengan beberapa club asing, yang belum pernah kuterima. Saya diperlakukan seperti pemain yang tidak terpenting, mereka lakukan beberapa hal di belakangku.”

“Waktu itu, (pelatih Inter Luciano-red) Spalletti menghubungiku serta saya tidak fikir panjang kembali. Sebelumnya sich, saya menyesal tetapi saya di sini diterima dengan begitu baik.”

Untuk Berbagung Bersama Kami, Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Atau Bisa Juga Dengan Mengisi Data Diri Anda Pada Form Pendaftaran Dibawah Ini